Green Tips

Bagaimana mengurangi penggunaan plastik saat belanja?

Minggu, 01 Maret 2009, 02:44

http://www.flickr.com/photos/cantonpubliclibrary/2226579886/

Sudah banyak orang yang mendiskusikan tentang pentingnya mengurangi pengunaan kantong plastik. Tapi berapa banyak yang sudah betul-betul berhenti memakai kantong kresek saat belanja?

Mungkin pertanyaan kamu, "Memang kenapa tidak boleh pakai kresek? Kan, kresek itu gratis dan praktis?!" Betul! Namun, tiap tahun jutaan kantong kresek dibuang setelah dipakai hanya satu kali. Kresek jadi sampah--dibuang dan dibakar. Kemudian, kresek akan masuk ke got, menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir.

Ayo, ikuti beberapa tips berikutnya supaya ketika kamu diberikan kantong kresek saat di kasir, kamu bisa jawab: "Tidak perlu, saya bawa tas sendiri!"

TIPS:

  1. Senantiasa simpan tas belanja di dalam tas (ransel) dan kendaraan kamu. Biar kamu tidak perlu pakai kresek lagi, simpan tas tersebut di bawah kursi sepeda motor, di dalam mobil, atau di ransel kamu... biar kamu gak perlu lagi mengeluh, "wadooooh, saya lupa lagi bawa tas belanja".

  2. Beli tas yang mudah dilipat dan dibawa ke mana-mana, misalnya tas Bagoes (cara pesan). Tas Bagoes dilengkapi dengan gantungan kunci, untuk membawa kunci rumah atau mobil.

  3. Mesh bagBawa kantong plastik yang bisa dipakai ulang (Ziploc atau mesh bag (foto di kanan)) untuk sayuran dan buah. Kemasan Ziploc bisa dipakai ulang, dan karyawan di pasar swalayan tidak keberatan kalau kamu bawa kemasan sendiri (bahkan mereka suka karena jadi topik diskusi :-). Tas Ziploc bisa dibeli dimana saja (biasanya merk Bagus) dengan harga murah.

  4. Ingatkan kasir bahwa kamu tidak perlu kantong kresek. Biasanya kasir secara otomatis memasukkan belanjaan si pembeli ke dalam kantong kresek. Saat akan membayar, katakan kalau kamu tidak membutuhkan kantong plastik, sambil menunjukkan tas belanja yang sudah kamu bawa.

  5. Jelaskan pada kasir alasan kamu membawa tas sendiri. Masih banyak orang yang tidak mengerti kenapa kita harus mengindari pakai kemasan plastik yang hanya dipakai satu kali. Kalau mereka paham alasannya, biasanya mereka akan mendukung upaya seperti ini, apalagi kalau kamu sering belanja di pasar swalayan mereka.

  6. Jika lupa membawa tas belanja dari rumah, masukkan belanjaan ke dalam ransel, tas atau kantong celanamu. Jika hanya membeli produk yang berukuran kecil dan dalam jumlah sedikit, seperti permen, odol, sabun, baterai, atau air kemasan, bawa saja dengan tangan, atau masukkan ke dalam kantong celana atau tas.

Viewed: 777 | Beri peringkat tip ini: Baik (46)| Buruk (7)

Tags: plastik, belanja, sampah, polusi, supermarket, pasarswalayan, konsumen

Related Tips


  1. 1
    Daniel Chrisendo:
    Sabtu, 30 Mei 2009, 19:30

    Semoga orang-orang bisa cepet sadar ya..
    Agak sakit hati juga melihat terlalu banyak plastik yang dibuang2

  2. 2
    Shivia Agung Dhiany:
    Kamis, 28 Mei 2009, 13:50

    Saya punya beberapa tas jinjing plastik aneka warna yang dibeli di toko serba 5000 (murah meriah he3). Tiap kali belanja ke supermarket, pasar or warung, tas jinjing itu selalu saya bawa di kantong celana minimal 2 buah. Antara belanjaan kering dan basah ataupun bahan makanan dan toiletris dipisahin. Begitu pulang ke rumah, dan saya rapihin belanjaan, tas jinjing itu saya bersihkan dengan dilap atau disikat (tergantung tingkat kekotorannya) trus dijemur dan dilipat supaya nanti bisa langsung dipake untk belanja lagi

  3. 3
    a.handayani:
    Kamis, 14 Mei 2009, 11:50

    saya klo belanja di pasar punya tas sendiri, kalo ke supermarket juga sering bawa tas katun yg saya beli di carrefour. saya malah punya 4 tas utk ke supermarket dan 1 tas utk ke pasar traditional. ke pasar traditional sy juga suka bawa tempat mankok sendiri terutama utk beli makanan jadi, biar ga di bungkus dobel pke tas plastik

  4. 4
    admin:
    Jumat, 06 Maret 2009, 18:14

    kantong ramah-lingkungan untuk tempat sampah:
    http://www.greenlifestyle.or.id/content.php?products&ID=9

  5. 5
    Diah Anggreni:
    Rabu, 04 Maret 2009, 03:59

    Wah ibu Elvi bahaya sekali menggunakan kantong kresek untuk tempat sampah; karena kantong kresek tersebut baru hancur dalam jangka waktu ratusan tahun. Kalau digunakan sebagai tempat sampah artinya kita menambah jumlah sampah yang tidak dapat/lama hancur. Akhirnya tidak sesuai dengan tujuan tidak/mengurangi penggunaan tas kresek.
    Untuk sampah, barang-barang yang bisa didaur ulang dipisahkan dan diberikan kepada tempat2 penampungan, sampah organik bisa jadi kompos.
    Masalah saya dalam hal mengurangi penggunaan kantong plastik kresek adalah sering lupa bawa tas pengganti. Atau kalaupun bawa tidak cukup besar untuk menampung belanjaan saya (karena jarang belanja, sekali belanja sekaligus banyak)

  6. 6
    Elvi Rahayu Hijjir:
    Senin, 02 Maret 2009, 14:43

    Biasanya kantong kresek bekas belanjaan kita perlukan juga sebagai tempat sampah, sekalian bisa langsung dibuang.
    Apa ada solusi lain untuk tidak mengganti kantong kresek sebagai tempat sampah.

Tulis Komentar

Masukkan teks di samping ini (tidak case sensitive) »