Green News

Subsidi Tinggi, Tarif Happy Hour Busway Akan Dihapus

JAKARTA (Koran Tempo) -- Fasilitas happy hour ketika naik busway, antara pukul 05.00 - 07.00 pagi, tampaknya akan segera dihapus. Hal ini dipandang karena fasilitas tiket murah itu, hanya Rp 2.000 dibanding di jam-jam biasa yang Rp 3.500, tak menguntungkan lagi bagi pengelola bus Transjakarta.

Kepala Pengelola Transjakarta, Daryati Asrining Rini, mengatakan sudah mengajukan surat permohonan kenaikan tarif menjadi tarif normal Rp 3.500, tetapi belum mendapat jawaban dari Dinas Perhubungan Jakarta. Pengajuan ini bertujuan untuk menaikkan pendapatn dari Transjakarta yang selama ini masih selalu merugi, sehingga pemerintah kota Jakarta harus mensubsidi sekitar Rp 200 miliar per tahun, untuk menjalankan fasilitas vital bagi transportasi warga di Jakarta itu.

Anggota Komisi B Dewan Jakarta, Nurmansyah Lubis, mengaku setuju dengan penghapusan fasilitas happy our yang tadinya untuk menarik minat penumpang itu. "Saya tidak mengerti kenapa tarif pagi dan siang harus dibedakan. Padahal saat pagi penumpang sangat banyak dan berjubel. Itu merupakan potensi yang bagus untuk mengurangi defisit operasional busway," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Kamis (7/5).

Nurmansyah mengusulkan agar tarif disamakan baik diwaktu pagi maupun siang dan malam, untuk menaikkan pendapatan pengelola transjakarta. "Saya rasa masyarakat tidak keberatan dengan kenaikan itu," ujar Nurmansyah Lubis. Kenaikan itu diharapkan akan meningkatkan pendapatan dari penjualan tiket.

Pihak Dinas Perhubungan Jakarta yang mempunyai otoritas penentuan besar tarif transjakarta, sendiri masih belum memutuskan apakah akan menghapus fasilitas ini atau tidak, karena keputusan juga menunggu pendapat dari gubernur dan anggota dewan.

Sumber: Tempo


Viewed: 49 | Beri peringkat berita ini: Baik (0)| Buruk (0)

Tags: busway, transportasi, jakarta, macet
Tulis komentar »

Komentar

... belum ada komentar

Tulis Komentar

Masukkan teks di samping ini (tidak case sensitive) »