Green News

http://greenmap.or.id/

Dua Peta Hijau Jakarta Akan Dirilis Tahun Depan

Jakarta (TEMPO Interaktif) -- Komunitas Peta Hijau Jakarta akan membuat dua peta baru tahun depan. “Tahun depan kami akan membuat Peta Tata Kelola Air di Jakarta dan Kompilasi Peta Hijau Jakarta,” ujar Koordinator Peta Hijau Jakarta, Nirwono Joga (25/10).

Nirwono menjelaskan, kedua peta itu akan menambah enam koleksi peta hijau lain yang telah mereka buat sejak tahun 2001. Enam peta tersebut adalah Peta Hijau Kemang, Kebayoran Baru, Menteng, Kota Tua, Transportasi Hijau dan Situ.

Dalam Peta Tata Kelola Air, kata Nirwono, komunitas akan mendokumetasikan sejumlah situ, sungai, dan sumber air lain yang dikelola pemerintah guna menjaga daya dukung lingkungan. "Masyarakat juga dapat mengetahui wilayah-wilayah yang berpotensi banjir," katanya.

Seluruh peta yang telah dibuat oleh Komunitas rencananya akan disatukan dalam Kompilasi Peta Hijau Jakarta. "Lokasi yang akan dipilih dalam peta adalah 100 lokasi yang dinilai paling baik," kata Nirwono.

Peta Tata Kelola Air rencananya akan dibuat pata Januari 2010 dengan melibatkan sejumlah relawan yang telah lama bergabung dalam komunitas tersebut. "Dua bulan setelah itu, sekitar Maret, semua peta akan kami kompilasi," ucap Nirwono.

Peta Hijau adalah peta wilayah yang telah terikonisasi berdasarkan ketegori ruang dan fungsi tertentu. Sistem yang dirancang oleh Wendy Brower, warga New York, itu terinspirasi oleh pengalamannya ketika tersesat di Kebun Binatang Yogyakarta pada tahun 1995.

Pengalaman itulah yang mendorong Wendy menciptakan sistem ikonisasi wilayah dan mendirikan Komunitas Green Map. Gagasan itu kian meluas dan telah diaplikasikan di 50 negara, khususnya di negara berkembang.

Berbeda dengan ikon-ikon yang biasa dijumpai masyarakat di sejumlah ruas jalan, sistem ikonisasi komunitas hijau dirancang berdasarkan kategori keberlangsungan hidup (sustainable living), alam (nature) dan Budaya dan Masyarakat (culture and society).

Beberapa ikon yang dijelaskan dalam peta itu diantaranya adalah ikon tentang wilayah yang aman bagi pejalan kami, pengguna sepeda, lokasi pasar tradisional. Bahkan adapula wilayah yang dianggap terkontaminasi seperti Danau Rio-rio di Jakarta Timur.

Di Indonesia, sistem ini sudah diaplikasikan oleh komunitas hijaun lain yang tersebar di sejumlah daerah seperti Yogyakarta, Solo, Bukittinggi, Medan, Surabaya, Malang, Makassar, Ternate, Buton.

Sistem ikonisasi yang telah dirancang komunitas ini terbilang cukup banyak. "Saat ini ada 170 ikon. Mungkin cukup sulit untuk dihapal, itu mengapa di setiap ikon kami harus memberi kata penjelasan," ujar Ketua Divisi Sosialisasi Komunitas Peta Hijau, Bayu Wardhana.

Hingga saat ini, kata Bayu, produk peta hijau masih dibuat dalam bentuk cetak. Peta dalam bentuk digital rencananya dapat dinikmati masyarakat melalui situs mereka setelah pembuatan Peta Kompilasi selesai.

Sumber: Tempo

 


Viewed: 0 | Beri peringkat berita ini: Baik (0)| Buruk (0)

Tags: petahijau, jakarta
Tulis komentar »

Komentar

... belum ada komentar

Tulis Komentar

Masukkan teks di samping ini (tidak case sensitive) »